Senin, 21 November 2016

jenis jenis mata uang yang perna berlaku di Indonesia

TUGAS IPS
MATA UANG YANG PERNAH BERLAKU DI INDONESIA
 














Penyusun:
1.      KHAIRUNNISA NURLIA UTAMI              (16)
2.      NATASYA MAHENDRI KUSUMA W       (20)
3.      NOVITASARI FITRIANI                              (22)
4.      RIMA NOFITASARI                                     (29)
Kelas:
IX A

SMP NEGERI 3 PURWODADI
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kami dapat menyelesaikan tugas IPS ini dengan baik. Terima kasih kepada bapak/ibu guru yang telah memberikan kami ilmu. Terima kasih juga kepada semua situs online yang telah membantu kami mengerjakan tugas ini dengan baik. Mengenal jenis-jenis uang yang pernah berlaku di Indonesia sejak dulu hingga sekarang. Taklupa, kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu dan mendukung kami dalam mengerjakan tugas ini. Semoga makalah yang kami beri judul “ Jenis-jenis Uang yang Pernah Berlaku di Indonesia dari Masa ke Masa “. Dapat membantu adik-adik dan teman-teman untuk mengenal mata uang yang pernah digunakan di Indonesia.

Purwodadi, 22 November 2016

                                                                                                   Penyusun












DAFTAR ISI
Kata Pengantar.......................................................................................................................       i
Daftar Isi................................................................................................................................ ii
Bab I Pendahuluan.................................................................................................................            1
A.    Latar Belakang........................................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah...................................................................................................... 1
C.     Tujuan........................................................................................................................ 1
Bab II Pembahasan.................................................................................................................            2
Jenis-jenis uang yang pernah berlaku di Indonesia................................................................ 2
A.    Mata Uang Kampua................................................................................................... 2
B.     Mata Uang Tembaga.................................................................................................. 3
C.     Mata Uang Krisnala................................................................................................... 4
D.    Mata Uang Golden (Gulden)......................................................................................            4
E.     Mata Uang Jepang (Yen)........................................................................................... 5
F.      ORI (Oeang Repoeblik Indonesia).............................................................................            5
G.    Mata Uang Rupiah..................................................................................................... 6
Bab III Simpulan dan Saran...................................................................................................            9
Simpulan................................................................................................................................ 9
Saran.......................................................................................................................................            9








BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang

            Mata uang terus berembang dari zaman ke zamana. Di Indonesia terdapat lebih dari satu mata uang yang pernah berlaku, seperti mata uang kampua, tembaga, krishnala, dan yang lainnya. Setiap mata uang pasti memiliki sejarahnya masing-masing yang akan dijelaskan di bab II dalam makalah ini.

B.   Rumusan Masalah

*      Bagaimanakah sejarah mata uang kampua?
*      Bagaimanakah sejarah mata uang tembaga?
*      Bagaimanakah sejarah mata uang krishnala?
*      Bagaimanakah sejarah mata uang gulden?
*      Bagaimanakah sejarah mata uang yen?
*      Bagaimanakah sejarah mata uang ORI?
*      Bagaimanakah sejarah mata uang rupiah?

C.   Tujuan

            Tujuan dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:
*      Memenuhi tugas IPS dari guru kami
*      Menambah wawasan
*      Sebagi media pembelajaran









BAB II PEMBAHASAN
Jenis-Jenis Mata Uang yang Pernah Berlaku di Indonesia
            Ada 7 jenis mata uang yang pernah berlaku di Indonesia, diantaranya:


*      Mata uang kampua
*      Mata uang tembaga
*      Mata uang krishnala
*      Mata uang gulden
*      Mata uang Jepang (yen)
*      ORI
*      Mata uang rupiah


Dari ketujuh mata uang diatas akan dijabarkan sebagai berikut:
A.   Mata Uang Kampua

kampua.jpg
            Uang kampua disebut juga bida. Uang ini sangat unik dan langka. Dibuat dengan keterampilan tangan. Cara pembuatannya bukan dicetak tapi ditenun oleh putri-putri istana atau kalangan kerajaan. Mata uang ini beredar pada abad ke-19 di Kerajaan Buton, Sulawesi  Tenggara.
            Kemungkinan kampua merupakan uang tertua di Pulau Sulawesi. Selain di Buton, kampua juga pernah diberlakukan di Bine, Sulawesi Selatan, dengan bahan serat kayu. Menurut legenda, kampua diciptakan pertama kali oleh Ratu Buton yang kedua, Bulawambona. Dia memerintah sekitar abad ke-14.
            Keunikan lain uang kampua adalah agar terkendali maka jumlah dan corak uang ini ditentukan oleh ‘panitia’ pimpinan Menteri Besar Kerajaan yang disebut ‘Bonto Ogena’. Dialah yang melakukan pengawasan dan pencatatan atas setiap lembar kain kampua, baik yang telah selesia ditenun maupun yang sudah dipotong-potong.
            Pengawasan ‘Bonto Ogena’ juga dimaksudkan agar tidak muncul pemalsuan. Kerena itu, hampir setiap tahun motif dan corak kampua selalu diubah-ubah. Hukum disana memang sangat ketat dan berat. Barang siapa yang ketahuan membuat atau memalsukan uang kampua akan dipancung.
            Standar pemotongan kain kampua adalah dengan mengukur lebar dan panjangnya, yakni empat jari untuk lebarnya dan sepanjang telapak tangan mulai dari tulang pergelangan tangan sampai ke ujung jari tangan, untuk panjangnya. Tangan yang dipakai sebagai alat ukur adalah tangan sang ‘Bonto Ogena’ itu sendiri.
             Mata uang kampua banyak digunakan pada masa pemerintahan Sultan Dayan pada abad ke-14. Tapi diyakini pembuatannya sudah dilakukan pada pemerintahan raja sebelumnya.
             Disayangkan, informasi yang akurat belum di temukan. Kampua menjadi populer karena Sultan Dayan memerintahkan agar setiap transaksi menggunakan mata uang tersebut. Barang siapa yang ketahuan menggunakan mata uang lain, akan dihukum mati. Pada awal pembuatannya, standar yang dipakai sebagaai nilai tukar untuk satu ‘bida’ (lembar) kampua adalah sama dengan nilai satu butir telur ayam.
            Setelah Belanda memasuki wilayah Buton kira-kira tahun 1851, fungsi kampua sebagai alat tukar lambat laun mulai digantikan oleh uang-uang buatan “Kompeni”. Ditetapkan bahwa nilai tukar untuk 40 lembar kampua sama dengan 10 sen duit tembaga atau setiap empat lembar kampua mempunyai nilai sebesar satu sen. Walaupun demikian, kampua tetap digunakan pada desa-desa tertentu di Kepulauan Buton sampai 1940.
            Selain di Museum Nasional, koleksi uang kampua juga dimiliki Museum Bank Indonesia Jakarta Kota dan Museum Mpu Tantular Surabaya.
B.   Uang Tembaga
tembaga.JPG
            Uang Tembaga pernah berlaku di Indonesia. Dahulu di Jawa orang menggunakan potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang, seperti yang diberitakan oleh Kronik Cina dari zaman Dinasti Song (960-1279). Uang berupa potongan logam kasar berbentuk setengah bulat, segi empat atau segitiga. Potongan-potongan logam emas atau perak diberi cap yang menunjukan benda itu dapat digunakan sebagai alat tukar. Diperkirakan uang ini sudah digunakan sejak abad ke-7.
            Selain itu, ada mata uang zaman Hindhu-Budha yang berbentuk seperti kancing baju yang disebut uang Ma. Uang Ma juga ditemukan di Bali dan Sumatera, kebanyakan dibuat dari perak. Berat uang ini sekitar 2,4 gram ini berlaku di abad ke-9.
            Tak lama, uang Ma sudah tidak lagu dan diganti oleh uang baru yaitu, uang gobog. Uang gobog adalah sebutan untuk uang lokal Kerajaan Majapahit dan Kepeng Cina. Pada abad ke-14, banyak pedagang Cina yang bermukim di Tuban dan Gresik. Hal ini, membuat transaksi perdagangan masyarakat menggunakan mata uang tembaga (kepeng) Cina dan Dinasti. Dari sinilah, masyarakat mulai membuat uang yang menyerupai uang Kepeng Cinta yang dikenal dengan sebutan uang gobog. Uang tembaga ini mulai berkembang, mulai dari bentuk ataupun hiasan uangnya.
C.   Uang Krishnala
krishnala.jpg
            Uang ini digunakan pada zaman kerajaan Jenggala (1042 – 1130 M).Pada zaman Daha dan Jenggala,uang – uang emas tetap dicetak dengan berat standar,walaupun mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya.Koin emas yang semula berbentuk kotak berubah desain menjadi berbentuk bundar,sedanngkan koin peraknya mempunyai desain berbentuk cembung,dengan diameter amtara 13 – 14 cm.Pada waktu itu uang kepeng cina datang begitu besar,sehingga karena saking banyaknya uang yang beredar,akhirnya dipakai secara ‘’resmi’’ sebagai alat pembayaran,menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak
D.   Uang Golden (Gulden)

gulden.jpg
            Uang gulden (golden) adalah mata uang Belanda selama beberapa abad sebelum menggunakan Euro. Kata gulden berasal dari bahasa Belanda Kuno yang berarti `emas`. Indonesia telah menggunakan mata uang gulden Belanda sejak 1610-1817. Setelah tahun 1817, dikenal mata uang gulden Hindia-Belanda, yang digunakan sampai kedudukanJepang pada Perang Dunia II. Penggunaan uang gulden terakhir di Indonesiaadalah sebagai mata uang Nugini Belanda, yang hanya digunakan hinggatahun1963. Setelah itu penggunaan mata uang rupih mulai meluas.
E.   Jepang (Yen)
yen.jpg
            Pemerintah Jepang menetapkan mata uang Yen sejak 27 Juni 1871 berdasarkan Shinka jōrei (peraturan pemerintahan tentang mata uang baru). Sebagai lambang digunakan tanda ¥ dan menurut ISO 4217 dilambangkan sebagai JPY. Bila ditulis dengan romaji (alih aksara dari bahasa jepang ke abjad latin)  menjadi Yen dan bukan En, karena di akhir zaman Keshogunan Tokugawa, aksara katakana (e) dibaca sebagai "je". Pada waktu itu, kota Edoditulis sebagai "Yedo", Pulau Ezo sebagai "Yezo", dan Ebisu ditulis sebagai "Yebisu".
            Ada beberapa penjelasan tentang asal usul penggunaan aksara kanji en (y, lingkaran) untuk menulis lambang mata uang Jepang. Salah satunya adalah tradisi orang Jepang melambangkan uang dengan lingkaran yang dibentuk dari jari telunjuk dan ibu jari. Ōkuma Shigenobu mengatakan semua orang Jepang pasti tahu bahwa aksara kanji untuk “lingkaran” berarti uang. Penjelasan lain mengatakan uang logam bentuknya bundar, sehingga aksara kanji untuk lingkaran digunakan untuk menyebut uang. Pada waktu itu di Hong Kong dikeluarkan uang logam bertuliskan Hong Kong ichi en (香港壱圓), dan ditiru pemerintah Jepang yang memakai aksara kanji untuk melambangkan mata uang Jepang, namun menggunakan aksara kanji bentuk baru.
F.    ORI (Oeang Republik Indonesia)
ori.jpeg
            Oeang Republik Indonesia atau ORI adalah mata uang  pertama yang dimiliki Republik Indonesia  setelah merdeka. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tetapi juga sebagai lambang utama negara merdeka.
            Resmi beredar pada 30 Oktober 1964 ORI tampil dalam bentuk uang kertas  bernominal satu sen dengan gambar muka keris terhunus dan gambar belakang teks UUD 1945. ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu A.A. Maramis. Pada hari itu juga dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank  tidak berlaku lagi. ORI pertama dicetak oleh Percetakan Canisius dengan desMeski masa peredaran ORI cukup singkat, namun ORI telah diterima di seluruh wilayah Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah. Pada Mei 1946, saat suasana di Jakarta genting, maka Pemerintah RI memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di Yogyakarta , Surakarta dan Malang.  Namun peredaran ORI tersebut sangat terbatas dan tidak mencakup seluruh wilayah Republik Indonesia. Di Sumatera yang beredar adalah mata uang Jepang. Pada 8 April 1947 Gubernur Provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah.
G.  Mata Uang Rupiah
rupiah.jpg
            Rupiah merupakan mata uang resmi Indonesia. Mata uang dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Pada awalnya mata uang Indonesia bukanlah rupiah, melainkan Oeang Republik Indonesia atau ORI mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka.
            Kata “Rupiah” berasal dari kata “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda.
            Ada beberapa versi dari hasil googling yang TS dapatkan, yaitu :
*      Versi pertama : Kata Rupiah berasal dari bahasa Sansekerta “Ru-Pya” dan juga dari kata “rupia” dalam bahasa Mongolia. Dua kata tersebut berarti perak.
*      Versi kedua : Nama ini diambil dari mata uang India rupee.
*      Versi ketiga : Ada legenda yang terjadi di lereng Merapi, ada seorag nenek bernama Rupiyah. Nenek ini punya kebun yang banyak pohon durian, pada masa pendududkan Jepang, saat tentara Jepang operasi terhadap gerilyawan Indonesia, melihat buah durian itu langsung menyerbu pohon durian itu, durian itu tidak diramapas tapi nenek itu dibayar pakai uang kertas, yang banyak beredar saat itu baru uang logam, uang benggol namanya (enak buat kerokan), nenek itu bingung mau dipakai buat apa, saking banyaknya, dibagi-bagikannya duit itu ke semua tetangga dan semua bingung, geleng-geleng kepalasambil berucap : RUPIYAH RUPIAH dan terkenallah uang itu dengan nama RUPIAH.
            Mata uang Rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu pendudukam Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama “Rupiah Hindia Belanda”. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang “Rupiah Jawa” sebagai pengganti.
Satuan di bawah rupiah
            Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan “Gulden Hindia Belanda”, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial.
            Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting :
*      Sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
*      Cepeng, hepeng,  seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa peser, setengah sen.
*      Pincang, satu setengah sen.
*      Gobang atau benggol, dua setengah sen.
*      Ketip / kelip / stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya).
*      Picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya).
*      Tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahaan 25 dan 50 sen).
*      Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.
Satuan di atas rupiah
            Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi :
*      Ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahaannya)
*      Kupang, setengah ringgit.










BAB III SIMPULAN DAN SARAN
A.   Simpulan

            Bersarkan makalah di atas, Indonesia telah mengalamai berbagai revolusi dalam penentuan mata uang, dari mata uang kampua hingga rupiah. Masing-masing mata uang dibuat dari beragam bahan, seperti emas, tembaga, perak, dan kertas. Walaupun memiliki bentuk yang berbeda-beda, tetapi mata uang tersebut memiliki fungsi yang sama yakni sebagai alat pembayaran. Setiap mata uang kehadirannya dipengaruhi oleh beberapa pihak, seperti uang gulden yang cenderung ke Belanda, uang yen cenderung ke Jenpang, dan yang lainnya cenderung dari kerajaan-kerajaan di nusantara. Di era sekarang, Indonesia menggunakan mata uang rupiah sebagai alat pembayaran.

B.   Saran

          Di indonesia terdapat kurang lebihnya 7 jenis mata uang yang pernah berlaku, pelajar dan seluruh lapisan masyarakat yang hidup di era sekarang mungkin belum mengetahui bahwa ternyata terdapat bebagai jenis mata uang yang pernah berlaku di Indonesia. Maka dari itu, kami sarankan agar sisa dari mata uang tersebut di musiumkan di berbagai musium di Indonesia, dengan begitu pengunjung musium dapat menambah wawasan akan kehidupan Indonesia khususnya dalam bidang keuangan dari zaman ke zaman.